KPI HSE: Ukur yang Penting, Perbaiki yang Tertinggal
KPI HSE harus memiliki definisi, sumber data, target, pemilik, dan tindakan saat terjadi gap.
Ringkasan Cepat
- KPI bukan sekadar angka; KPI harus membantu mengambil keputusan pengendalian risiko.
- Bedakan leading indicator dan lagging indicator.
- Pastikan definisi, satuan, periode, sumber data, dan PIC jelas.
- Setiap gap harus dianalisis dan ditindaklanjuti.
Leading dan Lagging Indicator
- Leading indicator mengukur aktivitas pencegahan, seperti penyelesaian inspeksi, toolbox meeting, pelatihan, dan penutupan tindakan.
- Lagging indicator mengukur hasil yang sudah terjadi, seperti cedera, lost time injury, tumpahan, atau kerusakan.
- Gunakan keduanya agar organisasi tidak hanya menunggu kecelakaan sebelum bertindak.
Cara Menggunakan KPI
- Tetapkan definisi dan rumus sebelum periode dimulai.
- Ambil data dari sumber yang dapat ditelusuri.
- Bandingkan target dan aktual secara berkala.
- Jelaskan penyebab gap, tetapkan PIC, dan beri tenggat.
- Tinjau efektivitas tindakan pada periode berikutnya.
Pesan Penutup
KPI yang baik mengubah data menjadi tindakan pencegahan. Jangan mempercantik angka; gunakan angka untuk menemukan dan menutup kelemahan sistem.