Langsung ke konten utama
Kembali ke Safety Talks
Safety Talks Batch 3

KPI HSE: Ukur yang Penting, Perbaiki yang Tertinggal

KPI HSE harus memiliki definisi, sumber data, target, pemilik, dan tindakan saat terjadi gap.

Ringkasan Cepat

  1. KPI bukan sekadar angka; KPI harus membantu mengambil keputusan pengendalian risiko.
  2. Bedakan leading indicator dan lagging indicator.
  3. Pastikan definisi, satuan, periode, sumber data, dan PIC jelas.
  4. Setiap gap harus dianalisis dan ditindaklanjuti.

Leading dan Lagging Indicator

  • Leading indicator mengukur aktivitas pencegahan, seperti penyelesaian inspeksi, toolbox meeting, pelatihan, dan penutupan tindakan.
  • Lagging indicator mengukur hasil yang sudah terjadi, seperti cedera, lost time injury, tumpahan, atau kerusakan.
  • Gunakan keduanya agar organisasi tidak hanya menunggu kecelakaan sebelum bertindak.

Cara Menggunakan KPI

  1. Tetapkan definisi dan rumus sebelum periode dimulai.
  2. Ambil data dari sumber yang dapat ditelusuri.
  3. Bandingkan target dan aktual secara berkala.
  4. Jelaskan penyebab gap, tetapkan PIC, dan beri tenggat.
  5. Tinjau efektivitas tindakan pada periode berikutnya.

Pesan Penutup

KPI yang baik mengubah data menjadi tindakan pencegahan. Jangan mempercantik angka; gunakan angka untuk menemukan dan menutup kelemahan sistem.