Langsung ke konten utama
Kembali ke daftar materi
K3 Spesifik Bidang

K3 Bejana Tekanan dan Tangki Timbun

Pencegahan ledakan, kebocoran, dan paparan bahan berbahaya berdasarkan Permenaker No. 37 Tahun 2016.

Ringkasan Cepat

  1. Bejana tekanan menyimpan fluida bertekanan; tangki timbun menyimpan cairan atau bahan pada kondisi desain tertentu.
  2. Kegagalan integritas dapat menyebabkan ledakan, kebakaran, pelepasan gas beracun, dan kerusakan besar.
  3. Objek harus memiliki identitas, batas operasi, perangkat pengaman, dan riwayat pemeriksaan yang jelas.
  4. Perbaikan atau perubahan tidak boleh dilakukan sembarangan karena dapat mengubah kekuatan desain.
  5. Dasar hukum utama yang berlaku adalah Permenaker No. 37 Tahun 2016.

Bahaya Utama

Energi tekanan dapat terlepas sangat cepat ketika dinding, sambungan, atau perangkat pengaman gagal. Bahaya bertambah bila isi mudah terbakar, korosif, beracun, sangat panas, atau sangat dingin.

  • Overpressure: tekanan melampaui batas desain akibat kegagalan kontrol, pemanasan, reaksi, atau jalur tersumbat.
  • Penipisan dinding: korosi internal/eksternal dan erosi mengurangi ketebalan material.
  • Kebocoran: gasket, valve, flange, las, nozzle, atau shell gagal menahan fluida.
  • Kebakaran/ledakan: uap mudah terbakar bertemu sumber penyalaan atau bejana terpapar panas.
  • Collapse: tekanan luar atau vakum melampaui kemampuan tangki.

Pengendalian Dasar

  • Pastikan identitas teknis, tekanan kerja, kapasitas, bahan, dan tahun pembuatan dapat ditelusuri.
  • Jaga safety valve, rupture disc, pressure gauge, level indicator, alarm, interlock, dan ventilasi tetap berfungsi.
  • Jangan memblokir atau menyetel ulang perangkat keselamatan tanpa prosedur sah.
  • Jaga tekanan, temperatur, level, dan laju pengisian dalam batas operasi aman.
  • Sediakan akses inspeksi, proteksi benturan, drainase, pengendalian tumpahan, proteksi kebakaran, dan jalur evakuasi.

Pemeriksaan Operasional

  • Cari kebocoran, korosi, deformasi, retak, getaran, atau suara tidak normal.
  • Periksa fondasi, support, anchor bolt, tangga, platform, dan akses inspeksi.
  • Periksa gauge, alarm, valve, serta perangkat pelepas tekanan.
  • Periksa sambungan las, flange, nozzle, insulation, dan area rawan korosi tersembunyi.
  • Pastikan label bahaya, grounding, housekeeping, dan tanggap darurat memadai.

Hilangnya integritas atau fungsi pengaman memerlukan penghentian aman, isolasi, dan evaluasi pihak kompeten.

Perawatan, Pemeriksaan, dan Pengujian

Sebelum membuka atau memasuki objek, lakukan shutdown, isolasi positif, pengosongan, depressurizing, draining, purging, ventilasi, dan verifikasi atmosfer sesuai bahaya. Bila tergolong ruang terbatas, izin masuk dan rencana penyelamatan juga berlaku.

Pemeriksaan dapat mencakup dokumen, visual, pengukuran ketebalan, pengujian tak merusak, fungsi perangkat pengaman, atau metode lain yang sesuai. Pengelasan, perubahan nozzle, material, atau kapasitas harus dikendalikan karena memengaruhi desain. Riwayat pemeriksaan, perbaikan, kalibrasi, dan rekomendasi harus dapat ditelusuri.

Dasar Hukum dan Sumber Resmi