Langsung ke konten utama
Kembali ke Daftar Tools

5 Whys - Analisis Penyebab Berbasis Bukti

Batas metode: teknik sederhana dengan 1–10 langkah, bukan aturan tepat lima. Jawaban terakhir bukan otomatis akar penyebab; actionability juga bukan bukti. Satu chain utama saja - catat jalur lain dan analisis sebagai chain terpisah.

Contoh Analisis 5 Whys Lengkap(tekan untuk buka/tutup)

Kasus: pekerja terpeleset di jalur produksi

Problem statement: Pada 22 Juli 2026 pukul 08.10, seorang operator terpeleset di Jalur A saat berjalan menuju mesin. Ditemukan genangan cairan sekitar 1 × 0,5 meter; pekerja mengalami memar ringan. Analisis dibatasi pada sumber genangan dan sistem pencegahannya di Jalur A.

  1. Why 1: Mengapa operator terpeleset?
    Karena terdapat cairan licin di jalur berjalan.
    Bukti: Foto lokasi dan inspeksi pukul 08.15 - penyebab langsung, terverifikasi.
  2. Why 2: Mengapa cairan berada di jalur berjalan?
    Karena cairan pendingin keluar dari area mesin dan mencapai jalur.
    Bukti: Jejak cairan dari mesin ke jalur dan rekaman CCTV - faktor kontribusi.
  3. Why 3: Mengapa cairan dapat keluar dari area mesin?
    Karena penampung kebocoran tidak mampu menahan debit saat selang retak.
    Bukti: Selang retak, kapasitas penampung, dan hasil simulasi aliran.
  4. Why 4: Mengapa selang retak tidak ditemukan sebelum gagal?
    Karena inspeksi preventif hanya memeriksa kebocoran aktif, bukan kondisi fisik dan umur selang.
    Bukti: Checklist inspeksi dan tiga riwayat penggantian reaktif - kandidat akar penyebab.

Uji kandidat akar penyebab

  • Kendali organisasi: jadwal dan kriteria inspeksi dapat diubah perusahaan.
  • Uji pencegahan: inspeksi kondisi/umur berpeluang menemukan selang sebelum pecah.
  • Uji sistemik: checklist yang sama dipakai pada mesin sejenis.
  • Bukan menyalahkan pekerja: masalah berada pada desain program inspeksi, bukan perilaku operator yang berjalan.

Kesimpulan sementara

Kriteria inspeksi selang yang tidak mencakup kondisi fisik dan umur merupakan kandidat akar penyebab. Kapasitas penampung yang tidak memadai merupakan faktor kontribusi dan perlu dianalisis sebagai jalur penyebab tambahan.

Contoh tindakan korektif

  • Rekayasa teknik: perbesar containment agar debit kebocoran tidak mencapai jalur.
  • Sistem/proses: revisi checklist dengan kriteria retak, getas, umur, dan interval penggantian selang.
  • Kriteria efektivitas: 100% selang diperiksa sesuai kriteria baru dan tidak ada cairan mencapai jalur selama 90 hari.
  • PIC, target, status, serta hasil verifikasi dicatat di bagian tindakan korektif.
Contoh yang tidak cukup: “Pekerja kurang hati-hati.” Pernyataan ini tidak menjelaskan kondisi sistem, tidak didukung bukti sebab-akibat, dan belum menunjukkan tindakan yang mencegah kejadian berulang.

1. Konteks investigasi

2. Problem statement faktual

3. Chain penyebab utama

Langkah 1

4. Kesimpulan

5. Tindakan korektif

Ekspor diblokir: judul/nomor investigasi wajib diisi; lokasi/area wajib diisi; problem what wajib diisi; problem where wajib diisi; problem when wajib diisi (+10 lainnya)

Data di bawah hanya contoh latihan. Ganti dengan hasil observasi dan bukti kondisi nyata.

Langkah mudah

  1. 1.Isi identitas investigasi pada bagian 1.
  2. 2.Jelaskan kejadian faktual pada keenam kolom bagian 2.
  3. 3.Pada Langkah 1, tulis pertanyaan, jawaban, bukti, status verifikasi, dan klasifikasinya.
  4. 4.Tekan Tambah langkah. Pertanyaan berikutnya harus menanyakan penyebab dari jawaban sebelumnya.
  5. 5.Pilih kesimpulan hanya berdasarkan langkah yang punya bukti.
  6. 6.Tambahkan tindakan korektif, PIC, target, serta cara mengecek efektivitasnya.

Contoh pengisian

  • Judul/nomor→Terpeleset Jalur A - INC-001; Lokasi/area → Jalur Produksi A.
  • Apa yang terjadi→Operator terpeleset; Kapan → 10 Agustus pukul 09.15; Dampak teramati → Memar ringan.
  • Langkah 1 - Pertanyaan→Mengapa operator terpeleset?; Jawaban → Ada cairan licin di jalur; Bukti/sumber → Foto IMG-014 dan CCTV; Status → Terverifikasi; Klasifikasi → Penyebab langsung.
  • Langkah 2 - Pertanyaan→Mengapa cairan berada di jalur?; Jawaban → Selang mesin bocor; Bukti/sumber → Inspeksi menemukan selang retak; Klasifikasi → Faktor kontribusi.
  • Langkah 3 - Pertanyaan→Mengapa selang retak tidak ditemukan?; Jawaban → Checklist tidak memeriksa kondisi dan umur selang; Klasifikasi → Kandidat akar penyebab.
  • Kesimpulan - Tipe→Kandidat akar penyebab; Langkah terkait → Langkah 3; Dasar kesimpulan → Didukung checklist dan riwayat penggantian.
  • Tindakan korektif→Revisi checklist inspeksi selang; PIC → Supervisor Maintenance; Kriteria efektivitas → 100% selang diperiksa dan tidak ada kebocoran berulang selama 90 hari.
Cara membaca hasil: Rantai pengisian harus nyambung: jawaban Langkah 1 menjadi hal yang ditanyakan pada Langkah 2. Berhenti saat bukti belum cukup - tidak wajib tepat lima pertanyaan.