Template 5×5 internal untuk mendokumentasikan risiko awal dan residual. Organisasi harus menetapkan serta menyetujui kriteria penerimaan dan tindakannya.
Batas klaim: SNI ISO 31000:2018 memberi prinsip, kerangka, dan proses; tidak mewajibkan matriks 5×5, L×C, ambang warna, atau deadline tertentu. Dasar Indonesia: UU 1/1970 dan PP 50/2012 Lampiran I. Permenaker 5/2018 relevan untuk faktor K3 lingkungan kerja, bukan dasar spesifik matriks ini. ISO 45001 hanya rujukan sistem, bukan klaim hukum wajib.
Matriks 5×5 - C (konsekuensi) × L (kemungkinan), konvensi internal
C \ L
L=1
L=2
L=3
L=4
L=5
C=5
5 Sedang
10 Tinggi
15 Ekstrem
20 Ekstrem
25 Ekstrem
C=4
4 Sedang
8 Tinggi
12 Tinggi
16 Ekstrem
20 Ekstrem
C=3
3 Rendah
6 Sedang
9 Tinggi
12 Tinggi
15 Ekstrem
C=2
2 Rendah
4 Sedang
6 Sedang
8 Tinggi
10 Tinggi
C=1
1 Rendah
2 Rendah
3 Rendah
4 Sedang
5 Sedang
Rendah 1–3Sedang 4–7Tinggi 8–14Ekstrem 15–25
Item risiko
Risiko 1
Untuk konsekuensi, nilai tiap dimensi secara jelas (manusia, lingkungan, aset, operasi), lalu pilih rating tertinggi yang kredibel - jangan menjumlahkan atau mencampurnya.
Selalu pertimbangkan berurutan: Eliminasi → Substitusi → Rekayasa teknik → Administratif → APD. Dokumentasikan alasan jika tingkat lebih tinggi tidak layak.
Baris belum valid:
aktivitas wajib diisi
bahaya/sumber wajib diisi
kejadian/konsekuensi wajib diisi
pengendalian yang ada wajib diisi
rencana pengendalian wajib diisi
PIC wajib diisi
tanggal target wajib diisi
status/catatan wajib diisi
rating awal L dan C wajib dipilih
rating residual L dan C wajib dipilih
Laporan aktif setelah semua kolom wajib dan rating tiap baris lengkap serta aturan justifikasi terpenuhi.